New Sabana Rawa Pening, Wisata “Musim Panas” Dadakan di Kabupaten Semarang

Musim kemarau beberapa bulan terakhir memang membawa kekeringan di berbagai penjuru nusantara, tidak terkecuali Kabupaten Semarang. Tetapi siapa sangka jika kekeringan yang terjadi justru berubah menjadi berkah dan menghadirkan wisata dadakan baru. Objek wisata tersebut tidak lain adalah ‘New Sabana Rawa Pening’ yang belakangan hits di media sosial Instagram.

Nah, beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri untuk ikut menikmati keindahan New Sabana Rawa Pening yang ternyata banjir pengunjung ini. Seberapa bagusnya sih kok sampai jadi trending di media sosial dan dipadati banyak penikmat wisata? Simak yuk cerita versi saya yang ada di bawah ini.

3 total views, no views today

Continue Reading

Weekend di Celosia Happy & Fun, Cuma Pengen Lihat Stonehenge ala-ala

Ngomongin tentang weekend itu pasti bawaannya pengen jalan-jalan, melepas penat. Nah ini juga nih yang otak saya mau. Setelah diajak berperang lembur mengejar deadline, rasanya butuh pemandangan yang cukup fresh. Berhubung sedang nggak memungkinkan untuk meluncur ke luar kota, solusinya adalah mencari di dalam kota. Dan pilihannya jatuh ke Celosia Happy & Fun.

9 total views, no views today

Continue Reading

Gunung Telomoyo: Mendaki kok Naik Motor Matic

gunung telomoyo

Tanpa rencana, awalnya saya yang berencana menikmati kesejukan Hutan Pinus Kayon justru berubah arah menuju Gunung Telomoyo. Kemeja panjang, celana jeans, jaket, sepasang sneaker, dan tas mungil yang seharusnya diajak ke mall, jadi traveling outfit saya hari itu. Tenang, saya nggak sepenuhnya salah kostum kok. Karena, gunung yang satu ini saja bisa didaki menggunakan kendaraan bermotor. Dan hari itu, untuk pertama kalinya saya diajak mendaki dengan menaiki motor matic.

15 total views, no views today

Continue Reading

Ngasem Park, Seandainya Rumput dan Bunga Tau Tempatnya Masing-masing

Beberapa pekan yang lalu saya berkesempatan untuk jalan−jalan ke Ngasem Park. Destinasi top selfie yang ada di Kabupaten Semarang ini terletak tidak jauh dari Setiya Aji Flower Farm, Bandungan. Nah, karena letaknya inilah yang justru membuat pengunjung kebingungan menemukan Ngasem Park, termasuk salah satunya saya sendiri.

Rute Perjalanan Menuju Ngasem Flower Park

Berbekal informasi singkat yang saya peroleh dari Instagram bahwa Ngasem Flower Park ini berada tidak jauh dari Setiya Aji Flower Farm, maka saya langsung menuju ke lokasi. Karena sekarang teknologi sudah serba canggih, hal terpenting yang perlu diingat adalah manfaatkan GPS atau Gmaps. Rute yang saya ambil sendiri dari Jl. Jimbaran – Tegalpanas.

Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan rute dari Gmaps berikut ini:

Sampai di Setiya Aji Flower Farm, saya masih celingukan karena tidak menemukan Ngasem Park. Tapi bersyukur karena masih ada di Indonesia, saya mendapat petunjuk dari bapak penjaga area parkir. Ternyata oh ternyata untuk bisa sampai ke Ngasem Flower Park saya harus melewati jalan melewati area Setiya Aji Flower Farm. Dari lokasi salah satu kebun bunga milik Setiya Aji, terlihat jelas Ngasem Park dari kejauhan, berada tepat di seberang sawah dan bersebelahan dengan kebun jambu.

Terik Matahari Mengurungkan Niat Untuk Berpose Cantik di Spot Selfie Pintu Langit

ngasem park

Sejujurnya, banyak spot yang saya lewatkan setelah sampai di Ngasem Park ini, salah satunya Pintu Langit. Kenapa? Karena saya sampai tepat setelah adzan zuhur dan matahari sedang sangat terik. Bukan takut bedak luntur atau takut kulit menghitam, saya lebih kasihan dengan kepala saya yang pastinya puyeng kalau harus melawan matahari seterik saat itu. Jadi tips penting juga bagi kamu yang berencana berkunjung ke Ngasem Park. Lebih baik datang saat pagi hari jam 8-9 pagi atau sore hari.

Meskipun begitu, saya masih menyempatkan berteduh di salah satu rumah hobbit. Seperti halnya rumah hobbit pada umumnya, ukurannya hanya setinggi manusia dewasa dengan pintu 100% tertutup rapat. Di bagian depannya terdapat bangku dari batang pohon kelapa dan meja bundar berbahan triplek. Sayangnya, meja yang berada di depan saya ini sudah patah, meskipun belum fatal.

Selain itu, tanaman hias juga tumbuh di beberapa titik halaman rumah hobbit. Tapi si tanaman hias harus berebut tempat tumbuh dengan rumput liar. Sepertinya pengelola harus mulai memeriksa kerapian dan kebersihan Ngasem Flower Park setelah musim hujan berlalu. Paling tidak fasilitas yang sudah kurang menarik lebih baik diganti dan rumput liar yang meninggi dipangkas rapi, dengan begitu suasana akan terasa lebih bersahabat.

Bagaimana Kalau Tanaman Hias Lebih Tertata Rapi?

ngasem park

Terlihat jelas masih ada tanaman hias berbentuk kata−kata atau bentuk unik lainnya. Meskipun memang bentuknya sudah cukup sulit ‘diterjemahkan’. Kemungkinan besar rusaknya bentuk dari masing−masing tanaman ini karena musim penghujan sepanjang akhir tahun 2017 sampai awal tahun 2018 lalu.

Meskipun berebut tempat tumbuh dengan rumput liar, sejumlah tanaman hias masih terlihat cantik untuk dipandang. Bahkan banyak juga pengunjung yang memanfaatkannya sebagai latar belakang saat berswafoto. Saya pribadi sih hanya bisa berharap kalau tanaman hias yang ada jenisnya diperbanyak dan penataannya menjadi lebih rapi.

Tiket Masuk Boleh dong Dimanfaatkan Untuk Mengembangkan Ngasem Park

Untuk bisa masuk ke Ngasem Park ini tentunya dikenakan tiket yang berbeda dari Setiya Aji Flower Farm, karena keduanya ditangani oleh pengelola yang berbeda. Saya harus merogoh kocek sebesar Rp 5.000/orang untuk bisa menjelajah destinasi ini.

Nah, dari besarnya biaya yang saya lihat dibandingkan dengan kondisi destinasi, rasanya boleh dong kalau saya menyerukan lebih baik dilakukan perbaikan demi mempertahankan eksistensi Ngasem Park?

Oh iya, di samping Ngasem Park ini ada kebun jambu dan perlu diingat untuk tidak mengambil satu pun jambu yang ada ya. Menurut penjelasan pengelola, kebun jambu itu bukan merupakan bagian dari Ngasem Park. Jadi, kalau kamu nekat mengambil sama saja kamu mencuri!

Jangan lupa bawa bekal camilan dan air minum. Kalau sampai lupa ya mau tidak mau harus membeli camilan dan air minum dari penjual yang ada di area Setiya Aji Flower Farm. Bisa dibilang cukup jauh dan saat terik seperti pengalaman saya, rawan dehidrasi.

6 total views, no views today

Continue Reading

Gumuk Reco Sepakung, Puas Jadi ‘Burung’ Ditemani Hamparan Sawah Hijau

Gumuk Reco Sepakung muncul sebagai salah satu nama destinasi di Kabupaten Semarang yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat, khususnya dikalangan pecinta selfie. Ya, destinasi wisata yang terletak di Dusun Kenongo, Desa Sepakung, Banyubiru ini memang terkenal dengan berbagai spot selfienya yang unik dengan latar belakang pemandangan perbukitan sekaligus hamparan sawah. Tidak heran banyak pengunjung yang rela antre demi bisa mengabadikan foto terbaiknya di setiap spot yang disediakan pihak pengelola Gumuk Reco, Cemoro Sewu, Sepakung.

Setelah sekian lama hanya melihat berbagai foto cantik dari Gumuk Reco di Instagram, akhirnya saya menyempatkan waktu untuk membuktikan sendiri bagaimana keseruan berada di destinasi wisata Kabupaten Semarang ini. Jadi, bagaimana pengalaman dan kesan saya setelah berhasil jalan−jalan ke Gumuk Reco? Yuk simak perjalanan singkat saya yang ada di bawah ini.

30 total views, no views today

Continue Reading