Solo Traveling ke Yogyakarta ala Reksita, Penginapan dan Transportasinya Apa?

jogja

Seperti yang  sebelumnya saya sampaikan dalam artikel solo traveling ke Yogyakarta sebelumnya, kali ini saya akan mengulas mengenai penginapan dan transportasi yang saya gunakan. Sebenarnya sih, untuk pilihan penginapan maupun transportasi bagi yang berencana solo traveling ke Jogja itu sangat beragam ya. Nah, kalau saya sendiri pilihannya bisa disimak di bawah ini.

Menginapnya Ya Cari yang Murah Aja, Apalagi Ada Diskon

jogja

Sejujurnya penginapan yang saya gunakan selama solo traveling di Yogyakarta selalu berbau diskon. Selain itu, saya juga bukan tipe yang hanya menggunakan satu penginapan selama traveling. Ya, itu karena saya lebih suka mendekati destinasi tujuan dengan pilihan penginapan dibandingkan alat tansportasi. Kalau dihitung-hitung toh biaya yang harus dikeluarkan sama saja ya, malahan karena lebih dekat saya jadi bisa memangkas ongkos ke tempat wisatanya.

 

Oke, jadi dimana saja sih saya menginap selama berada di Kota Gudeg?

 

  1. Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel

 

Hotel yang pertama adalah Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel, salah satu hotel mewah berkonsep boutique yang berada tidak terlalu jauh dari Malioboro. Kalau dipikir-pikir hotel ini kan harganya sungguh cukup istimewa bagi kalangan backpacker ya? Tapi, saya memilih untuk menginap di hotel ini karena flash sale sekaligus potongan harga sebesar 300 ribu. Bagaimana caranya? Silahkan baca: Traveler Ngirit Nginep di Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel?

.

 

  1. Airy Syariah Alun-alun Kidul Bantul 60 B

 

Penginapan di hari selanjutnya yang saya pilih dan sudah saya booking juga sejak jauh-jauh hari adalah Airy Syariah Alun-alun Kidul Bantul 60 B. Hotel yang tergolong budget ini juga saya pilih karena memang berencana untuk napak tilas mulai dari Beteng Kulon sampai ke Taman Sari. Meskipun sayangnya saya memutuskan untuk melewatkan sesi kunjungan ke Beteng Kulon dan langsung meluncur ke Taman Sari menggunakan ojek online.

 

  1. Airy Mergangsan Prawirotaman Dua 71 Yogyakarta

 

Hotel pilihan selanjutnya masih Airy, tapi kali ini karena memang sudah menghabiskan senja di Alun-alun Kidul, maka penginapan yang saya pilih juga tidak terlalu jauh. Ya meskipun kalau dipikir-pikir Airy Mergangsan Prawirotaman ini masih cukup jauh ditempuh dengan jalan kaki dari Alun-alun Kidul.

 

  1. Red Doorz Jakal Bawah 2

 

Di malam terakhir berada di Kota Gudeg saya memutuskan untuk menginap di Red Doorz Jakal Bawah 2 alias Masrilink’s. Kenapa sih malam panjang saya di Jogja ditutup dengan menginap di Red Doorz Jakal Bawah 2? Alasannya sih klise, karena menuruti rasa pengen saya untuk mengunjungi Taman Pelangi Monjali. Karena saya yang pengennya menginap di hotel budget, maka saya memilih salah satu hotel Red Doorz ini. Selain bisa dapat potongan dari Red Cash, hotel ini juga tidak terlalu jauh kok dari Monjali alias Monumen Jogja Kembali.

 

Transportasinya Nggak Melulu Transportasi Umum

transjogja

Kalau hotelnya saya selalu memilih yang murah meriah, maka untuk transportasi memang lebih beragam. Selain itu, saya terbilang malas jalan kaki dalam solo traveling kali ini. Karena satu dan lain hal saya jadi harus mempersingkat waktu sehingga butuh kendaraan yang cepat. Tapi sayangnya saya sendiri tidak menyewa motor atau mobil, bukan karena takut nyasar sih, sejujurnya saya itu punya trauma kalau harus menyetir kendaraan.

 

Oke, karena di Jogja itu bebas angkot, maka ada beberapa alternative transportasi yang saya gunakan, yaitu:

 

  1. TransJogja

 

Pilihan pertama tentu saja TransJogja nan murah meriah. Selain murah, TransJogja juga menjangkau sejumlah destinasi wisata populer yang ada di Kota Gudeg (baca: Solo Traveling ke Kota Gudeg? 5+ Tempat Wisata Ini Bisa Dijangkau Dengan TransJogja Lho!).

 

FYI, TransJogja ini kalau dibayar menggunakan uang tunai hanya 3.500 rupiah. Sedangkan kalau menggunakan e-money seperti Mandiri e-money, Indomaret Card, atau Flash, biaya yang harus dikeluarkan lebih hemat 800 rupiah.

 

  1. Go-Jek

 

Sebut merk boleh kan ya? Apalagi saya memang benar-benar menggunakan jasa mereka selama berada di Kota Gudeg. Mulai dari Jambuluwuk Hotel ke Malioboro, Jalan Mataram – Benteng Vredeburg, sampai Hotel Airy Syariah – Taman Sari. Kenapa sih saya pilih Go Jek? Pastinya karena biaya yang perlu dikeluarkan cukup terjangkau, hanya 4 ribu – 5 ribu rupiah untuk sekali perjalanan.

 

Memang sih sedikit lebih mahal dari TransJogja, tapi ini juga jadi alternative menjangkau tempat yang tidak dilalui TransJogja. Bukan hanya itu, ojek online pastinya juga lebih cepat sampai karena pengemudinya bisa mencari jalan tercepat menuju lokasi.

 

  1. Go Car

 

Bukan hanya menggunakan fasilitas motornya saja ya, tapi saya juga memanfaatkan Go Car. Bisa dibilang sih kalau yang ini saya gunakan saat harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, seperti salah satunya saat menuju ke Situs Warungboto. Dengan kata lain menghindari matahari terik sih. Lagipula cukup pegal juga ya kalau harus menempuh perjalanan dari Airy Mergangsan Prawirotaman ke Situs Warungboto menggunakan kendaraan roda dua.

 

  1. Kereta Prameks

 

Untuk yang terakhir ini adalah pilihan transportasi saat pulang dari Kota Gudeg. Memang sengaja sih berkeinginan mencoba sensasi naik kereta Prameks Jogja – Solo. Kereta  ini kelasnya ekonomi dan harganya itu loh sangat murah, hanya senilai 8 ribu rupiah. Sayangnya sih tempat duduknya harus keroyokan alias rebutan dengan penumpang lainnya. Jadi, kalau yang gagal dapat tempat duduk ya terpaksa berdiri selama 1 jam perjalanan.

 

Nah, itulah penginapan dan transportasi yang saya pilih selama solo traveling ke Yogyakarta. Kamu sudah pernah belum sih solo traveling ke Kota Gudeg? Sharing dong pengalamannya lewat kolom komentar. Boleh deh sharing pengalaman pilihan hotel, transportasi, dan destinasi selama solo traveling di berbagai kota lainnya.

43 total views, 5 views today

  • 7
    Shares

You may also like

2 Comments

  1. Hey just wanted to give you a quick heads up. The text in your content seem
    to be running off the screen in Firefox. I’m not sure if this is a format issue or something to do with web browser compatibility but I figured I’d post to let
    you know. The design and style look great though! Hope you get the issue fixed soon. Cheers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *