Puncak Berkabut Itu Bernama I Ampel Gading Homeland

Puncak Berkabut Itu Bernama I Ampel Gading Homeland

Cuaca yang kurang mendukung, seperti mendung atau hujan, memang harus pintar-pintar dalam mencari tempat liburan,
jalan-jalan, rekreasi, atau traveling. Berani egois dengan keinginan menuju ke satu destinasi yang tidak memungkinkan, mungkin bisa berakhir seperti saya. Terjebak hujan dan kabut tebal di ketinggian I Ampel Gading Homeland. Kok bisa?
 

Melalui Jalanan Setapak Bagai Menembus Waktu

 

I Ampel Gading Homeland
 
Berbekal nekat karena melihat cuaca sempat cerah, saya meluncur untuk mencari lokasi salah satu destinasi wisata yang belakangan cukup hits di Banyukuning, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah, I Ampel Gading Homeland. Sayangnya, baru memasuki Bandungan, cuaca sudah mulai tidak bersahabat. Langit yang semula tampak cerah, tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat dengan angin yang berhembus cukup kencang.
 
Gerimis mulai berubah menjadi lebih rapat tepat saat saya sampai di Rumah Retret Syalom. Menyerah? Sepertinya saya
lebih sering melupakan kamus untuk mencari alternatif tujuan lain saat terjebak dalam situasi kurang menguntungkan. Alhasil, hanya berteduh selama beberapa waktu sampai gerimis mereda, saya kembali melanjutkan perjalanan.
 
Melewati jalan desa sampai akhirnya melintasi jalur jalan – lebih mirip jalan setapak – diantara perkebunan warga, saya sempat mengira tersesat. Sempat bertanya pada warga sekitar yang kebetulan sedang berada di sekitar jalan yang saya lalui, rupanya I Ampel Gading Homeland jaraknya masih cukup jauh dan saya hanya perlu mengikuti jalan tersebut.
 
Kabut mulai terlihat jelas saat saya sampai di gerbang masuk, tempat pengelola memberikan dua stiker dan tentunya menarik biaya masuk wisata. Jangan kira setelah bertukar rupiah dengan dua stiker tersebut artinya sudah sampai di I Ampel Gading Homeland. Karena rupanya untuk sampai ke puncaknya masih butuh waktu yang lumayan – jarak yang ditempuh sekitar 200 meter – dengan kondisi jalan sempit dan licin.
 
Melalui jalan berkelok dan menanjak, seketika saya merasa seperti seakan berada dalam sebuah scene film. Seakan terlempar ke dunia lain, menembus kabut tebal dengan kondisi jalanan yang cukup gelap, meskipun hari masih siang.
 

Melewatkan Waktu Berselimut Kabut di Gazebo I Ampel Gading Homeland

 

I Ampel Gading Homeland
 
Hujan mulai turun deras, udara semakin terasa menembus jaket yang memang sudah setengah basah. Kabut semakin
tebal saat saya sampai di tempat parkir I Ampel Gading Homeland. Hanya terlihat dua orang pengunjung – sepasang kekasih – berteduh di bawah gazebo tidak jauh dari lokasi parkir. Beberapa menit kemudian, saya dan partner perjalanan saya melengkapi skuad mereka, berteduh berempat di bawah satu-satunya gazebo I Ampel Gading Homeland.
 
Saya sempat mencoba berkeliling saat hujan tidak terlalu deras. Sayangnya, terlalu berisiko dan berbahaya. Alih-alih mendapatkan sesuatu yang ‘Wow’, saya bisa saja terjerembab ke tebing curam jika tidak waspada. Pasalnya, kabut tebal di lokasi menghalangi pandangan, terutama saat melihat ke kawasan di bawah puncak I Ampel Gading.
 
Meskipun pandangan terhalang kabut, setidaknya saya bisa melihat ada beberapa tumpukan objek yang sebelumnya digunakan sebagai spot selfie di beberapa lokasi. Kalau boleh menebak, sepertinya objek-objek tersebut rusak karena hujan dan angin belakangan ini. Sangat disayangkan, destinasi yang memang belum sepenuhnya tergarap harus berhadapan dengan cuaca yang sangat tidak bersahabat.
 
I Ampel Gading Homeland
 
Hanya bisa duduk di dalam gazebo, sesekali tersiram air hujan saat intensitasnya terlalu deras. Kami berempat sempat berbincang mengenai I Ampel Gading Homeland, termasuk memutuskan untuk segera turun karena hari mulai sore.
 
Hujan memang sempat agak reda, tetapi di waktu bersamaan kabut tebal menyelimuti lokasi sekitar hingga jalanan pun
sulit terlihat. Tidak memungkinkan untuk nekat turun mengendarai kendaraan bermotor. Padahal, saat kabut berkurang, hujan kembali deras dan jalanan tergenang air. Berlangsung berapa lama?
 

See You Next Time ‘Puncak’ Bandungan

 

I Ampel Gading Homeland
 
Bermodal doa dan percaya pada kemampuan masing-masing untuk mengendarai kendaraan bermotor, kami memutuskan
untuk turun. Kali ini benar-benar turun dan meninggalkan puncak I Ampel Gading Homeland yang masih diselimuti kabut dengan hujan deras.
 
Faktanya, setelah turun, hujan ternyata tidak sederas saat masih berada di ‘puncak’. Terlihat mas yang tadi menukarkan stiker dengan biaya masuk lokasi wisata bersama beberapa orang lainnya sedang berteduh di bawah gubug. Sekilas sepertinya menyalakan api unggun kecil, mungkin untuk menghangatkan diri karena dingin memang semakin menggigit tulang.
 
Kalau boleh saran, lebih baik saat kondisi tidak memungkinkan (hujan dan berkabut), pengunjung jangan diizinkan untuk naik ke ‘puncak’ lokasi I Ampel Gading Homeland. Terlebih lagi, jika tidak ada satu pun pengelola yang berada di puncak. Sangat berbahaya!
 
Tentunya dalam kondisi semacam itu bukan tidak mungkin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat I Ampel Gading Homeland ini berada di atas ketinggian, sehingga saat hujan jalanan menjadi licin dan tertutup kabut.
 
Apa saya menyerah setelah mengalami hal demikian karena efek nekat? Tentunya tidak. Saya masih penasaran untuk kembali berkunjung ke I Ampel Gading Homeland. Tentu saja saat cuaca lebih bersahabat.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!