Menikmati Percikan Curug Gending Asmara Bersama Matahari Terik Februari

Menikmati Percikan Curug Gending Asmara Bersama Matahari Terik Februari

Matahari sedang terik di bulan yang katanya bulan kasih sayang. Minggu, 18 Februari 2018, siang itu saya memutuskan untuk menyambangi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Semarang, Curug Gending Asmara.

Tersesat Berkali-kali, kok Ngga Ada Petunjuk Arahnya?

 

Curug Tedjo Asmara

 

Hari itu, sekitar jam satu siang saya memulai perjalanan menuju Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Rute yang saya pilih adalah jalur belakang melewati Karangjati, Pringapus, perkebunan karet milik Perhutani dan seperti biasa, tersesat.

Bapak-bapak yang ditanya menganjurkan untuk belok kanan yang ternyata setelah jalan ditelusuri sampai di Desa Kawengen, sangat melenceng jauh dari lokasi yang dituju. Akhirnya bertanya ke ibu-ibu setempat yang kebetulan sedang ada di halaman rumah. Kata beliau dusun yang saya tuju sudah terlewat jauh. Berbekal petunjuk dari beliau, saya menyusuri kembali jalan yang tadi sudah dilewati hingga sampailan di Kantor Kecamatan Ungaran Timur.

Sudah ketemu? Tentu saja belum. Kembali bertanya dengan seorang bapak yang kebetulan sedang nongkrong di warung pinggir jalan, petunjuk akhirnya menjadi lebih jelas. Jalan masuk menuju ke dusun lokasi Curug Gending Asmara berjarak sekitar 100-150 meter dari lapangan kantor kecamatan.

Ya, semua jadi terasa semakin konyol. Jalan itu, dengan tugu besar dan umbul-umbul tinggi di kiri dan kanannya, tidak lain adalah jalan yang sejak tadi sudah saya lewati.

Motor melaju di jalanan yang tidak bisa dikatakan mulus tapi juga tidak hancur. Jarak yang harus ditempuh juga lumayan memakan waktu, sampai saya sempat berpikir kalau kalau saya mungkin tersesat lagi. Tapi ternyata setelah melewati sebuah perumahan, saya menemukan MMT besar bertuliskan “Desa Wisata Kalongan“.

Ada beberapa pemuda duduk di pinggir jalan tidak jauh dari MMT tersebut terpasang. Mereka bilang, untuk sampai ke lokasi wisata (yang tertulis di MMT) masih harus masuk terus (menyusuri jalan yang sama). Tapi, sampai di pertigaan saya rupanya masih belum sampai juga di tujuan. Segerombol pemuda lain menunjukkan jalan, yang ternyata juga ada petunjuk kecil seukuran kertas A4 tertempel di gardu pertigaan yang saya lalui.

Melewati Ratusan Anak Tangga Anti Becek

 

Curug Tedjo Asmara

 

Tidak memakan waktu lama dari lokasi gardu, saya sampai di tempat parkir. Hanya perlu berjalan lurus dari lokasi parkir, saya bertemu dengan pintu ‘ajaib’ sebagai gerbang masuk menuju curug. Tentu saja, di tempat itu saya juga harus menukarkan beberapa lembar rupiah dengan tiket masuk.

Saya bersyukur jalan menuju ke curug ini sudah cantik, jalan setapak, bukan jalanan tanah yang pastinya licin saat hujan. Meskipun begitu, karena jalanan menurun jadi harus ekstra hati-hati. Setelah melewati jalanan menurun lebih dari 150 meter itulah, saya akhirnya disuguhi pemandangan air terjun dengan sungai besar di hilirnya dan jembatan bambu berhias pengunjung lain yang sedang asik berswafoto.

 

Curug Tedjo Asmara

 

Terlihat beberapa pengunjung memberanikan diri untuk bermain air di hilir Curug Gending Asmara. Sejujurnya aliran air saat itu debitnya cukup besar. Jadi, meskipun bermain air dengan jarak jauh dari pusat curugnya tetap saja airnya berlimpah. Sayang, karena masih dalam musim penghujan, air dari curug warnanya jadi coklat pekat. Oh iya, merreka yang turun ke hilir curug juga ada yang hanya bersantai duduk di batu-batuan besar yang memang memenuhi sungai.

Sementara beberapa orang sibuk bermain air di hilir curug, lebih banyak pengunjung yang hanya menghabiskan waktunya dengan berswafoto dar atas jembatan bambu. Jembatan bambu ini membentang di atas sungai, jalur untuk jalan-jalan menikmati air terjun tanpa perlu basah-basahan turun ke sungai.

Menikmati Gemuruh Curug Gending Asmara, Percikan Airnya Mengalahkan Terik Matahari

 

Curug Tedjo Asmara

 

Ada dua spot utama yang jadi rebutan, satu di dekat air terjun kecil dan satu lagi ada tepat di hadapan air terjun utamanya. Saya sendiri lebih memilih untuk berada di spot yang dekat dengan air terjun utamanya. Dari tempat saya berdiri, percikan air Curug Gending Asmara jelas terasa di kulit wajah dan tangan saya. Bahkan lensa kamera saya dalam sekejap sudah penuh dengan titik-titik embun.

Bersyukur tidak banyak yang sedang berada di spot dekat air terjun utama, jadi saya bisa lesahan menikmati air terjun lebih lama dan lebih santai. Toh, teriknya matahari siang itu terkalahkan sensasi percikan air dari Curug Gending Asmara.

Lebih dari sepuluh menit saya menikmati gemuruh curug, hanya terlihat satu pengunjung, bapak-bapak paruh baya, yang nekat turun tepat di bawah air terjun. Ternyata tidak begitu dalam, hanya setinggi perut si bapak yang asik bermain air di bawah sana.

Dehidrasi, Kenapa Ngga Ada Satu pun Warung Berisi Air Mineral dan Camilan?

 

Curug Tedjo Asmara

 

Entah berapa lama kemudian saya memutuskan untuk pulang. Bukan karena saya sudah bosan, lelah, atau ada keperluan mendesak, saya hanya buru-buru pulang karena haus. Daripada semakin depresi, saya lebih baik pulang, paling tidak mencari warung yang menjual air mineral untuk memuaskan dahaga. Ya, kalau boleh saran pada pengelola Curug Tedjo Asmara, akan jauh lebih baik ada warung, paling tidak satu. Sangat disayangkan, sejauh saya berjalan dari lokasi parkir menuju curug, tidak ada satu pun air mineral yang bisa saya beli.

Nah, ini juga sebenarnya menjadi pelajaran penting. Bawalah minum dan camilan, setidaknya saat kalian berniat mengunjungi Curug Gending Asmara. Setidaknya agar tidak dehidrasi seperti saya. Siapkan juga tenaga dan pastikan badan sedang fit, karena meskipun santai saat turun, cukup melelahkan saat kembali ke atas.

NB: Saat pulang, ternyata saya baru menyadari ada petunjuk arah di pinggir jalan (dari arah Kantor Kecamatan Ungaran Timur). Hanya saja ukurannya yang sebesar kertas A4 sulit dilihat dan seringkali tertutup umbul-umbul yang di pasang di depannya.

1 comment found

  1. INFO menarik buat para master SEO …

    Anda seorang master SEO ? atau yang sedang belajar SEO dan ingin

    menjajal kemampuan SEO anda ? Telah di adakan kontes SEO ituCasino

    dengan Total Hadiah 30 Juta Rupiah.

    Keyword Kontes SEO ituCasino :
    ituCasino Agen Bola Sbobet Piala Dunia 2018 Live Casino Online

    Pendaftaran dimulai pada Tanggal 20 Februari 2018
    Pendaftaran berakhir pada Tanggal 20 Mei 2018
    Pemenang akan diumumkan pada Tanggal 5 Juni 2018
    Hadian akan dibagikan pada 6 Juni 2018

    Mengenai Syarat Dan Ketentuan Kontes Bisa Kunjungi Link Berikut :

    //sbo338a.net/kontesseo/

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!