Mengumpulkan Modal Traveling: Mulai dengan Investasi

Mengumpulkan Modal Traveling: Mulai dengan Investasi

Berbicara soal traveling, siapa sih yang tidak mau sering jalanjalan ke berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Pastinya pengen kan sering traveling seperti Trinity, Amrazing, Marischka Prudence, Barry Kusuma, Kadek Arini, atau Claudia Kaunang? Tapi, selain passion, modal traveling lainnya yang tentunya sangat dibutuhkan adalah uang.

Terlepas dari apakah keinginan traveling saat ini sebagai langkah awal menjadi fulltime traveler atau sekadar ingin menyegarkan otak dari penatnya aktivitas seharihari, salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengumpulkan modal traveling tidak lain adalah investasi. Lantas investasi apa saja yang efektif untuk menimbun modal traveling?

Peer–to–Peer Fintech Lending

Peer to peer (P2P) fintech lending bisa menjadi pilihan fasilitas menabung modal traveling, baik kamu pekerja kantoran, freelancer, maupun yang masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa.  Berbeda dengan pergerakan bunga tabungan biasa yang terbilang sangat kecil, uang yang rencananya akan kamu gunakan untuk traveling bisa bertambah lebih banyak daripada uangmu di tabungan saat diinvestasikan melalui P2P fintech lending.

Kalau kamu belum bisa menyisihkan uang yang terlalu besar, kamu bisa mendaftar sebagai pendana di P2P Fintech Lending Koinworks. Di sini kamu bisa mulai menggunakan uangmu untuk mendanai mulai dari Rp 100.000. Durasi dari pendanaan yang kamu pilih juga sangat beragam, mulai dari 1 bulan hingga 3 tahun. Jumlah bunga yang akan kamu dapatkan dari pendanaan tersebut tergantung pada risiko masingmasing pinjaman.

Investasi Bidang Pertanian 

modal traveling

Kalau kamu tidak suka menginvestasikan uangmu di P2P fintech lending, kamu juga bisa mencoba untuk berinvestasi di dalam bidang pertanian. Beberapa platform yang bisa kamu pilih untuk berinvestasi di bidang pertanian salah satunya yakni Crowde. Untuk bisa berinvestasi di sini sangat mudah dan kamu bisa mulai berinvestasi hanya dengan modal mulai dar Rp 10.000/proyek. Kamu bisa pilih sendiri proyek pertanian apa yang ingin kamu danai.

Sebenarnya Crowde ini juga termasuk P2P lending, hanya saja lebih berfokus untuk pendanaan dalam bidang pertanian dan barubaru ini juga merambah bidang peternakan.

Punya alokasi dana yang lebih besar? Kamu bisa mencoba untuk berinvestasi di iGrow. Kalau di Crowde kamu bisa berinvestasi dengan modal sisa uang transport seharihari, maka di iGrow kamu harus mempunyai dana untuk investasi paling tidak senilai Rp 1.000.000.

Modal Traveling dengan Reksadana

modal traveling

Reksadana belakangan ini menjadi investasi yang banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia, khususnya para millennials. Apalagi untuk berinvestasi di reksadana sekarang ini juga tidak memerlukan modal yang besar dan cara investasinya juga semakin mudah, bisa dilakukan secara online. Nah, reksadana juga bisa lho kamu jadikan sebagai lumbung untuk menimbun dan mengembangkan modal traveling.

Tapi, jangan lupa untuk menyesuaikan jenis reksanda pilihanmu dengan rencana traveling kamu ya, apakah tahun depan atau beberapa bulan ke depan. Di mana reksadana pasar uang paling direkomendasikan untuk jangka waktu 1 tahun atau kurang, reksadana pendapatan tetap bisa dipilih kalau rencanamu antara 13 tahun lagi, sementara reksadana campuran untuk rencana paling tidak 3 tahun mendatang dan saham untuk rencana minimal 5 tahun.

Untuk platform investasi reksadana dengan modal awal terjangkau yang bisa kamu jadikan sebagai pilihan antara lain:

  1. Bareksa

Berinvestasi di Bareksa bukan hanya memudahkanmu dari segi pendaftaran yang serba online, tapi kamu juga bisa memilih berbagai jenis reksadana dari beragam manajer investasi mulai dari Rp 100.000 saja. Selain melalui website, kamu juga bisa lho memantau perkembangan dana yang kamu investasikan melalui Bareksa menggunakan aplikasi.

Masih bingung bagaimana strategi berinvestasi reksadana agar menguntungkan? Kamu bisa kok bergabung dalam Bareksa Fund Academy dari Bareksa untuk belajar lebih dalam mengenai investasi reksadana.

  1. IPOT Fund

Bukan hanya Bareksa, kamu juga menyisihkan uang Rp 100.000 milikmu untuk berinvestasi reksadana di IPOT Fund dari Indo Premier. Tentunya pilihan reksadana di platform ini cukup lengkap sehingga kamu bebas memilih yang paling sesuai dengan rencana travelingmu.

Sayangnya, dibandingkan dengan Bareksa, IPOT Fund sedikit lebih rumit karena saat pendaftaran kamu diharuskan untuk mengunduh sejumlah dokumen yang kemudian dikirimkan melalui pos ke Indo Premier.

  1. BukaReksa

Kamu yang terbiasa berbelanja online di BukaLapak tidak ada salahnya untuk sesekali mengintip fitur BukaReksa yang sudah tersedia sejak beberapa tahun belakangan. Bekerja sama dengan Bareksa, BukaLapak memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk berinvestasi reksadana dengan modal awal mulai dari Rp 10.000 saja (reksadana pasar uang).

  1. Tokopedia Reksadana

Untuk platform investasi reksadana dengan modal awal terjangkau sebagai cadangan dana traveling yang terakhir adalah Tokopedia Reksadana. Ya, platform belanja online Tokopedia memang belum lama ini merilis fitur Tokopedia Reksadana, bekerja sama dengan Bareksa.

Sama halnya seperti BukaReksa, untuk berinvestasi reksadana di Tokopedia kamu juga bisa memulainya dengan modal awal mulai dari Rp 10.000 saja. Lebih menariknya lagi, bagi kamu yang hobi mengumpulkan cashback di TokoCash, kamu bisa mengubah saldo TokoCash milikmu menjadi reksadana lho. Tentunya setelah nilai saldomu itu mencapai minimal Rp 10.000 ya.

Bukan Uang, Mulailah Menabung Emas

modal traveling

Menabung dalam bentuk uang mungkin membuat kamu rawan mengambilnya untuk keperluan konsumtif, solusinya agar kamu tetap bisa menabung untuk traveling adalah mengubah tabungan uangmu menjadi tabungan atau investasi emas. Tenang, sekarang kamu bisa mulai investasi emas dengan bermodal uang nominal receh kok. Dimana saja?

  1. Tabungan Emas Pegadaian

Bermodal uang Rp 50.000 kamu sudah bisa mulai menabung emas melalui tabungan emas Pegadaian. Biaya tersebut dialokasikan sebagai biaya administrasi sebesar Rp. 10.000, biaya fasilitas titipan sebesar Rp. 30.000 (12 bulan), dan sisanya tabungan emasmu senilai mulai dari 0,01 gram (per 10/4/2018).

  1. e –mas dari Orori

Kalau kamu yang males ribet karena harus datang ke Pegadaian untuk membuka tabungan emas, kamu bisa memanfaatkan layanan tabungan emas yang disediakan oleh Orori melalui aplikasi e –mas. Bukan hanya lebih mudah dalam pendaftaran dan fasilitas untuk memantau perkembangan tabungan emas milikmu, menabung emas di e –mas juga bisa kamu mulai hanya dengan modal awal mulai dari Rp 10.000 saja.

  1. BukaEmas

BukaLapak bukan hanya menyediakan fasilitas untuk berinvestasi dalam bentuk reksadana lho. Platform jual beli dengan warna merah maroon yang khas ini juga menyediakan fitur untuk berinvestasi emas. Kamu yang biasanya sering berbelanja online menggunakan BukaLapak bisa mencoba untuk berinvestasi emas dengan menyisihkan uang mulai dari 3.000 rupiah. Wah masih mahal segelas kopi yang kamu beli di cafe kan?

  1. Tokopedia Emas

Tokopedia belum lama ini juga merilis fitur terbaru untuk berinvestasi emas, Tokopedia Emas. Bekerja sama dengan Orori, Tokopedia bisa kamu jadikan pilihan untuk berinvestasi emas mulai dari 500 rupiah. Sama seperti reksadana, kamu juga bisa membayar pembelian emas di Tokopedia dengan menggunakan TokoCash atau Saldo. Jadi semakin mudah mengumpulkan modal traveling bagi kamu yang sering belanja di Tokopedia.

 

Nah, ternyata ada banyak ya pilihan yang bisa digunakan untuk mengumpulkan modal traveling. Kamu bakal pilih investasi di mana nih?

  • 2
    Shares

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!