Menanti Buka Puasa Anti Gabut, Ngabubu(w)rite Yuk!

Menanti Buka Puasa Anti Gabut, Ngabubu(w)rite Yuk!

Menanti waktu berbuka puasa pastinya nggak terlepas dari yang namanya ngabuburit. Nah, biasanya kamu memilih untuk ngabuburit dimana sih? Bareng siapa saja ngabuburitnya? Ada nggak sih aktivitas produktif yang dilakukan selama ngabuburit? Atau hanya sebatas nongkrong bersama teman-teman dan pasangan? Daripada gabut mending ngabuburitnya sambil ngobrolin seputar travel blogging bareng komunitas travel contributor.

 

Ngabuburit Sambil Menambah Pengetahuan Travel Blogging

Sebelumnya saya nggak pernah loh membayangkan akan menghabiskan waktu ngabuburit dengan sesuatu yang lebih bermanfaat dari sekadar nongkrong. Ya, biasanya sih hanya sebatas nongkrong di Asmara Jawa, menyaksikan anak-anak yang asik bermain motor mini sambil menunggu waktu bedug tiba. Kali ini ngabuburit saya sangat berbeda dan lebih berwarna, alasannya karena saya ikut serta dalam acara ngabubu(w)rite.

Diadakan pada hari Sabtu, 2 Juni 2018, sederhananya sih ngabubu(w)rite ini semacam workshop sekaligus ajang silaturahmi komunitas TravelingYuk.com, situs website yang berisi mengenai beragam informasi seputar wisata, itinerary, kuliner, inspirasi, serta tips dan panduan wisata. Nah, saya sendiri terdaftar sebagai kontributor yang juga bergabung di grup WhatsApp komunitas TravelingYuk.com.

Bukan hanya di Semarang kok, acara ini juga diselenggarakan di sejumlah kota lainnya seperti Malang, Makassar, Bandung, dan Yogyakarta. Sementara yang tidak berkesempatan hadir juga bisa mengikuti dengan menonton live streaming di Facebook TravelingYuk.

Karena ini adalah sesi ngabuburit berbumbu workshop, maka sudah pasti ada dong topik special yang dibahas di sepanjang acara. Sudah bisa tebak kan ya apa isi dari workshopnya? Betul banget loh, jawabannya sharing seputar travel blogging. Spesialnya, materi yang disampaikan ini nggak berat, terutama bagi yang baru mau memulai di dunia blogging. Apalagi pemateri yang hadir ini merupakan travel blogger muda Dwi Septia.

Ada tips penting dari mba Dwi Septia loh dalam menghasilkan tulisan bertema traveling, yaitu:

  1. Buat highlight mengenai pengalaman yang paling berkesan selama perjalanan, di mana ini berguna sebagai bahan tulisan.
  2. Membuat judul yang representative dan bisa membuat calon pembaca penasaran juga jadi poin plus nih dalam menulis tulisan traveling, seperti yang disampaikan mba Dwi Septia.
  3. Kalau judulnya sudah menarik, jangan lupa buat pembaca seolah merasakan pengalaman yang sama lewat tulisan yang sudah dibuat.
  4. Yang terakhir dan paling penting, “travel more, travel far, travel often”, karena travel blogger sudah pasti selalu butuh traveling supaya mendapatkan bahan untuk diulas atau ditulis.

Setuju kan ya dengan tips penting dalam travel blogging ala mba Dwi Septia? Kalau saya sih sangat setuju, karena saya sendiri merasakan hal yang semacam itu. Kuncinya yang cukup sulit menurut saya pribadi sih menemukan judul yang representative. Selain itu, termasuk juga menyampaikan pengalaman saya tanpa terkesan bertele-tele, terlalu curhat, dan banyak drama.

 

Diawali Sesi Perkenalan, Ditutup dengan Buka Bersama

Acara ngabubu(w)rite bareng komunitas TravelingYuk.com ini dibuka dengan sesi perkenalan. Bukan hanya pihak coo-working space, perwakilan TravelingYuk dan pengisi acara saja loh, tetapi termasuk juga seluruh peserta yang berkesempatan hadir. Apa sih isi perkenalannya? Seru punya, karena selain nama dan aktivitas sehari-hari (bekerja, kuliah, dll), perkenalan juga termasuk membocorkan blog yang dimiliki para peserta.

Setelah sesi perkenalan inilah baru masuk ke sharing pengalaman mba Dwi Septia sebagai travel blogger. Isinya antara lain seperti yang sudah saya paparkan di atas ya. Selebihnya cerita singkat mba Septi mengenai awal mula memutuskan menjadi travel blogger, aktivitasnya saat ini, hingga kisahnya sekaligus bocorannya saat memenangkan sejumlah kontes blogger. Mulai dari dapat hadiah kamera mirrorless sampai jalan-jalan ke Turki. Waduh, bikin ngiler kan.

Demi mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat dalam acara ngabubu(w)rite, seluruh peserta diminta untuk membuat sebuah tulisan yang ‘disetor’ ke dashboard kontributor TravelingYuk.com. Salah satu tulisan milik mba Kinan adalah yang dibahas lebih lanjut oleh mba Septi. Kalau tulisan saya sih entah menghilang kemana, karena saat saya klik ‘Kirim Tulisan’ tiba-tiba saja justru dilempar kembali ke laman login. Begitu diperiksa di ‘Data Artikel’, tulisan itu juga tidak tercantum di dalamnya. Saying sekali.

Bertepatan dengan tulisan saya yang entah menghilang kemana, waktu buka puasa sudah tiba. Sudah tersedia nih segelas kolak yang siap untuk segera disantap. Selain takjil, seluruh peserta juga mendapatkan menu makan berat untuk berbuka puasa. Semuanya ditanggung oleh pihak penyelenggara ya. Jadi benar-benar hanya perlu berangkat dan nikmati fasilitasnya secara FREE.

 

Bertempat di 3/4 Co-working Space Tembalang

Bukan hanya isi acaranya saja lo yang menarik, karena acara ngabubu(w)rite ini diselenggarakan di 3/4 Co-working Space yang ada di Tembalang, Semarang. Untuk alamat lengkapnya bisa langsung cek di Google Maps ya.

O iya, mas Emir selaku owner dari 3/4 co-working space juga menjadi bagian dari pihak yang membuka acara ngabubu(w)rite. Dalam sesi perkenalan sekaligus pembukaan acara, mas Emir membahas sedikit banyak seputar co-working. Termasuk memperkenalkan 3/4 co-working space sebagai pilihan tempat produktif bagi kalangan mahasiswa hingga professional.

Saya sendiri baru pertama kalinya menikmati suasana co-working space. Faktanya kalau saya sih sebagai yang terkadang bisa jadi si penyendiri, tempat semacam ini cocok lah untuk memacu semangat menulis. Ditambah lagi ada fasilitas wifi yang mendukung untuk keperluan browsing, upload, maupun download berbagai kebutuhan penunjang tulisan. Walau laptop dan smartphone ada kemungkinan gampang kehabisan daya, sudah tersedia ‘colokan’ di setiap tempat duduk.

Tapi nih, saya masih penasaran mencoba bagaimana rasanya bekerja santai di ruangan lesehan atau di bagian outdoornya. Apalagi itu loh desain dan penataan ruangnya bikin gemes. Bukan hanya bikin nyaman sih, bisa-bisa jadi sering selfie saking gemesnya.

Note banget sih kalau bisa memanfaatkan Go Points agar dapat diskon untuk bisa menikmati berbagai fasilitas di 3/4 co-working space. Siapa tahu kan di lain kesempatan saya lagi pengen cari suasana baru untuk bekerja. Nggak melulu di dalam kamar nan nyaman berteman bantal, guling, dan boneka Keropi kesayangan.

Bagaimana nih menurut kamu? Seru kan ya acara ngabubu(w)rite yang saya dan sejumlah member komunitas TravelingYuk.com Semarang ikuti?

  • 2
    Shares

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!