Liburan Tahun Baru di Solo, Lebih Hemat Berkeliling Jalan Kaki

solo

Berencana traveling atau liburan ke Solo tapi hanya punya waktu yang sangat singkat? Tenang, kamu tidak sendiri. Saya bahkan memutuskan untuk menikmati liburan tahun baru yang hanya sehari di Solo. Demi waktu traveling yang super singkat, saya pun memutuskan hanya berkunjung ke wisata populer yang kebetulan letaknya memang berdekatan.

Nah, bagi kamu yang baru pertama kali akan berlibur atau solo traveling ke Solo, simak yuk itinerary ala Reksita di bawah ini.

1. Keraton Surakarta Hadiningrat

keraton surakarta
Keraton Surakarta Hadiningrat

Kalau kamu tinggal di Jogja, Semarang atau kota-kota lain yang cukup dekat dari Solo, maka berangkatlah pagi-pagi sekali agar sampai di Solo tidak terlalu siang. Sesampainya di Solo langsung saja menuju ke Keraton Surakarta Hadiningrat. Ini adalah istana resmi Kasunanan Surakarta yang terletak di kawasan pusat kota.

Jika kamu datang sehari sebelumnya, misalnya dari Jakarta atau kota-kota yang jauh dari Solo lainnya, pilihlah penginapan yang terletak di sepanjang Jalan Slamet Riyadi agar perjalananmu menuju ke Keraton Surakarta tidak terlalu jauh. Bahkan bisa ditempuh dalam waktu beberapa menit saja dengan berjalan kaki.

Untuk bisa sampai ke Keraton Surakarta, kamu bisa menuju ke Pasar Kliwon kemudian masuk ke area Alun-alun Lor. Sesampainya di Alun-alun Lor, silahkan ambil jalur kiri atau kanan untuk menuju ke Keraton Surakarta jika kamu berjalan kaki seperti saya. Tetapi, jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, maka ikuti jalur yang sudah ditetapkan. Karena area ini menerapkan jalan satu arah.

Usahakan untuk berkunjung saat low season ya, karena saat peak season seperti liburan tahun baru kemarin pengunjung di Keraton Surakarta sangatlah padat. Selain itu, pastikan kamu tidak memakai celana pendek, sandal, jaket, topi, dan kaca mata hitam jika ingin memasuki kawasan ini.

2. Museum Keraton Surakarta

museum keraton surakarta
Museum Keraton Surakarta

Dari halaman depan Keraton Surakarta, silahkan berjalan menuju ke Museum Keraton Surakarta. Di sepanjang jalan banyak pedagang barang-barang kerajinan yang sangat menggemaskan lho. Silahkan mampir sebentar untuk melihat-lihat. Ada juga yang berjualan minuman dan camilan seperti es kado, es dawet selasih, dan kue leker. Kalau kamu ingin membelinya sebagai pelepas dahaga setelah berjalan kaki, jangan lupa dihabiskan sebelum masuk ke area museum ya.

Loket untuk membeli karcis tidak jauh dari pintu masuk museum. Harga untuk 1 karcis pengunjung dewasa seharga Rp 10.000. Setelah mendapatkan karcis, silahkan masuk melalui pintu yang sudah tersedia. Jangan lupa tunjukkan karcis kamu ke petugas ya.

Museum Keraton Surakarta berisi berbagai macam barang-barang peninggalan Keraton Kasunanan Mataram Surakarta. Kamu bisa melihat-lihat benda-benda pusaka, senjata perang, kereta kuda, alat angkut tradisional, peralatan rumah tangga kerajaan, wayang, gamelan, patung-patung dewa, dan masih banyak lagi. Benda-benda tersebut disimpan di sekitar 10 ruangan museum.

3. Pasar Klewer

pasar klewer
Pangkalan Delman di samping Pasar Klewer

Selesai berkunjung ke Keraton Surakarta dan Museum Keraton, sekarang saatnya menuju ke Pasar Klewer, letaknya bersebelahan dengan Alun-alun Lor. Sebenarnya, dari Museum Keraton kamu juga bisa sekalian menuju Alun-alun Kidul, tetapi saya yang mengejar waktu memutuskan untuk tidak ke sana. Apalagi awal tahun baru cenderung mendung dan rawan turun hujan setiap saat.

Di Pasar Klewer saatnya untuk berbelanja batik dengan harga murah. Gunakan escalator atau lift untuk menuju ke lantai tiga atau empat, di sana kamu akan menemukan banyaknya penjual batik dengan beragam pilihan. Kalau kamu bisa menawar, jangan lupa menawar untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Tapi, usahakan kamu membeli setidaknya 3-5 potong jika ingin menawar.

Harga batik yang ditawarkan di Pasar Klewer sendiri terkenal sangat murah, mulai dari Rp 20.000 sampai ratusan ribu untuk batik yang memang benar-benar berkualitas. Silahkan pilih yang paling sesuai budget dan selera fashion kamu. O iya, kalau kamu pengguna BRI, maka pembayaran juga bisa dilakukan melalui My QR.

4. Benteng Vastenburg

benteng vastenburg
Halaman Depan Benteng Vastenburg

Dari Pasar Klewer mari berjalan kembali menuju ke Jalan Slamet Riyadi untuk menuju ke Benteng Vastenburg yang berada di Gladak, Surakarta. Saat sore hari jangan lupa untuk mampir ke Galabo terlebih dahulu untuk berwisata kuliner.

Banteng Vastenburg sendiri merupakan banteng yang didirikan pada tahun 1745, namun sejak tahun 1980-an tidak lagi difungsikan sehingga saat ini di bagian dalamnya hanya tampak rerumputan hijau dan beberapa pohon besar. Sementara bagian depannya terlihat di cat ulang dengan warna putih, lengkap dengan pernyataan bahwa banteng ini adalah cagar budaya dan di sisi lain terpampang tulisan mengenai tahun pembangunan banteng.

Di bagian depannya juga terdapat beberapa patung dan sebuah jembatan kecil. Beberapa penjaja khas tempat wisata tampak berjajar rapi tidak jauh dari jembatan. Lahan luas yang berada tidak jauh di depan banteng difungsikan sebagai area parkir, khususnya kendaraan wisata.

5. Café Tiga Tjeret

cafe tiga tjeret
Wedang Jahe Cafe Tiga Tjeret

Ketika berada di Benteng Vastenburg kemungkinan siang menjelang sore hari, sebagian besar tempat wisata di Solo tutup pada jam 15.00 WIB. Maka dari itu, jika kamu memustukan untuk tidak berkuliner di Galabo, salah satu rekomendasi tempat pengisi perut dari saya adalah Café Tiga Tjeret. Meskipun letaknya memang jauh dari Benteng Vastenburg, kamu bisa menggunakan ojek online untuk menuju ke café yang berada di Jl. Ronggowarsito No. 97, Keprabon, Bajarsari, Kota Surakarta ini.

Namanya boleh café, suasananya juga boleh kekinian, tetapi di sini kamu bisa mencicipi makanan yang nuansanya ala-ala angkringan. Pilihan nasinya sangat beragam, seperti Nasi Oseng Tempe, Nasi Sapi Lada Hitam, Nasi Terik Daging, Nasi Teri, dan lainnya. Sementara lauknya tersedia beragam sate, mulai dari Sate Keong, Sate Kikil Pedas, Sate Bakso Rica, hingga Sate Jeroan. Selain itu ada juga perkedel ukuran besar, sosis jumbo dan masih banyak lagi pilihan lauk lainnya.

Nah, pilihan minumannya juga tidak kalah beragam. Kamu bisa memilih minuman tradisional seperti Bandrek dan wedang jahe, beragam jus, atau beragam es. Saya sendiri memesan Wedang Jahe yang benar-benar ampuh untuk menghangatkan tubuh karena terguyur hujan sore itu. Tapi, bagi penyuka manis Wedang Jahe di Café Tiga Tjeret ini bisa jadi terkesan seperti tidak diberi gula.

Ada live music di Café Tiga Tjeret mulai dari pukul 19.00 – 22.00 WIB. O iya, mengenai masalah harga agak sedikit mahal bagi kamu yang memang on budget. Saya sendiri yang memakan 1 porsi Nasi Oseng Tempe, 1 Sosis Jumbo, 1 Sate Kikil Pedas, 1 Sate Bakso Rica, dan 1 Crab Stick, dengan 1 cangkir Wedang Jahe menghabiskan kurang lebih 50 ribu rupiah.

alun-alun lor solo
Jalan menuju Alun-alun Lor Surakarta

Perut kenyang dan hari sudah petang, kamu bisa memutuskan untuk menginap di salah satu hotel Solo atau langsung menuju ke terminal untuk pulang ke kota asal. Kalau menginap jangan lupa untuk memilih hotel yang dekat dengan terminal atau stasiun supaya lebih hemat karena tidak perlu ekstra budget untuk transportasi.

Bagi yang memutuskan pulang naik bus seperti saya, saat itu bus menuju Semarang berangkat pada pukul 18.30 WIB dari Terminal Tirtonadi.

8 total views, 2 views today

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *