Let’s Be Wise Traveler!!
(Mari Menjadi Traveler yang Bijaksana)
Sebenarnya apa sih traveler bijaksana? Traveler bijaksana itu seorang traveler sejati yang selalu menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi wisata yang dikunjunginya. Lantas seperti apa saja tindakan yang merusak dan bagaimana tindakan yang menjaga sekaligus melestarikan? Silahkan simak dalam pembahasan dibawah ini.
Ada banyak hal yang latah dilakukan oleh para traveler untuk bisa mengabadikan kenangannya ketika mendatangi suatu objek wisata. Mengambil foto, membeli oleh-oleh khas, sampai menulis wacana catatan perjalanannya dalam buku harian atau blog misalnya.

Hanya saja, sangat disayangkan tidak sedikit dari traveler yang entah dengan sadar atau tidak justru melakukan perbuatan-perbuatan yang keliru. Bukannya ikut menjaga kelestarian serta keindahan tempat-tempat wisata yang dikunjungi, mereka malah ikut serta merusaknya. Nah, tindakan merusak apa saja sih yang seharusnya  kalian hindari jika ingin menjadi traveler yang bijaksana?

Membuang sampah sembarangan merupakan perilaku yang keliru. Sediakan kantong plastik dari rumah untuk menampung sampahmu

 
traveling
 
Sampah tergolong kasus serius dalam kehidupan manusia di era modern ini. Bukan hanya menjadi penyebab munculnya banyak bencana alam yang terjadi, sampah juga dapat merusak pesona pemandangan objek wisata yang sedang kalian kunjungi.
Banyak faktor yang membuat orang latah untuk “buang sampah tidak pada tempatnya” ini bahkan membudaya di masyarakat. Sudah terbiasa, ikut-ikutan orang lain, malas atau tidak disediakan tempat sampah menjadi alasan untuk membuang sampah sembarangan.
Dikala mengunjungi tempat wisata alam layaknya pantai ataupun gunung, sebaiknya bawalah kantong plastik untuk menampung sampah-sampahmu. Pasalnya, di tempat-tempat yang masih alami memang jarang kalian temukan tempat sampah, tapi bukan berarti menjadi pembenaran yang menjadikan  kalian boleh membuang sampah sembarangan.

Mengambil sesuatu yang bukan hakmu dari tempat wisata, meski sekecil apapun itu berarti mencederai panoramanya

 
traveling
 
Mengambil sekecil apapun benda dari objek wisata merupakan perbuatan tidak terpuji yang wajib kalian hindari sebagai traveler bijaksana dan cerdas, benda tersebut merupakan artefak budaya yang harus senantiasa kalian jaga kelestariannya. Umumnya, di pintu-pintu masuk sebuah objek wisata, kalian akan diperingatkan agar tidak membawa benda apapun yang bisa kalian lihat di daerah konservasi tersebut.
Tapi apa daya, hasrat ingin menerima kenangan dari tempat wisata “secara gratis” terkadang lebih besar daripada perasaan untuk ikut menjaga objek wisata agar tetap utuh dan indah.

Sekedar menuliskan nama di tempat wisata termasuk perbuatan vandalisme seharusnya diganjar hukuman atau denda

 
traveling
Mungkin  kalian pernah melihat coretan-coretan seperti nama, gambar atau tanda tangan pada beberapa lokasi di tempat-tempat wisata. Berharap mampu meninggalkan jejak ataupun kenangan lantaran pernah berkunjung ke tempat wisata tersebut dengan keluarga atau orang-orang tercinta.
Perlu kalian tahu, membuat coretan-coretan semacam itu tergolong tindakan vandalisme. Karena kebiasaan latah semacam itu hanya akan mengganggu kenyamanan sekaligus merusak lingkungan, perbuatan tidak terpuji itu bahkan sudah terang-terang mengganggu keindahan di tempat wisata.

Bukan hanya mencorat-coret, menempel stiker sembarangan pun termasuk kesalahan fatal

 
traveling
 
Bagaikan seekor hewan yang selalu menandai daerah kekuasannya menggunakan cakaran, goresan atau bahkan air kencing, menempel stiker untuk mengambarkan kalau  kalian pernah mengunjungi tempat tersebut bukanlah contoh perbuatan yang terpuji.
Karena kunjungan kalian pada akhirnya hanya akan menyisakan sampah berupa stiker yang tertempel di berbagai tempat. Apakah kalian sadar jika stiker yang  kalian tempel akan merusak pesona pemandangan destinasi wisata tersebut? Bukan hanya itu saja, terkadang tindakan yang kalian anggap wajar tersebut justru akan memotivasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Apa kalian bangga di cap sebagai provokator tindakan tidak terpuji?

Menginjak dan merusak tanaman adalah hal yang paling bodoh dilakukan di tempat wisata

 
traveling
 
Bukan hanya membuang sampah sembarangan saja yang akan sangat tidak etis ketika dilihat. Namun lebih parah lagi ketika kalian melakukan tindakan merusak tanaman yang ada di objek wisata. Padahal sudah jelas ditulis tidak boleh menginjak rumput, tidak boleh memetik bunga, tidak boleh melintas di area tanaman dan lain sebagainya, tetapi terkadang hanya karena ada obsesi besar di hati kalian yang memaksa untuk selfie cantik, akhirnya mengabaikan peringatan yang ada dan justru merusak tanaman.
Tindakan seperti ini bukan hanya tidak terpuji loh. Tapi juga merugikan. Coba bayangkan susah dan penuh perjuangan pihak yang harus mengurus semua tanaman tersebut. Tetapi kalian yang hanya membayar beberapa rupiah sebagai biaya retribusi atau bahkan gratis dengan bangga menghancurkan tanaman yang ada. Perlu kalian ingat bahwa untuk mendapatkan foto dengan hasil yang sempurna itu bisa dilakukan tanpa perlu merusak objek yang kalian foto. Let’s be smart guys!!
Asal kalian tahu saja. Traveler sejati tahu bagaimana caranya menikmati keindahan objek wisata tanpa perlu sedikitpun merusaknya. Jadi kalau kalian masih melakukan tindakan seperti ini, apa tidak malu mengaku sebagai traveler yang katanya cinta alam dan wisata?
Tempat wisata memang menjadi sebuah sarana untuk berlibur atau bersenang-senang. Tapi, bukan berarti kalian sebagai pengunjung boleh berbuat seenak jidat. Sebagai pengunjung, kalian juga harus mampu bersikap bijaksana. Maka dari itu, mulai saat ini waktunya bagi Anda untuk menikmati destinasi-destinasi wisata mempesona di Indonesia tanpa harus mengotori atau merusaknya.
traveling

 

“ Let’s Be Smart and Wise Traveler Gaes!!”
(Visited 16 times, 1 visits today)

Leave a Reply