Jelajah 3 Pantai Tak Biasa di Gunung Kidul Modal 5 Ribu Rupiah

Hari terakhir berada di Gunung Kidul, tepatnya tanggal 26 Juni 2018. Menuju dua pantai tak biasa Jogja, yakni Pantai Jogan dan Pantai Nglambor. Sementara tambahan satu pantai bonus yang juga kemudian saya kunjungi adalah Pantai Siung. Kenapa bonus? Ya, karena pantai yang terakhir ini memang termasuk dalam retribusi senilai 5 ribu rupiah untuk memasuki tiga kawasan pantai sekaligus.

 

Nah, sejujurnya tiga pantai yang saya sebutkan di atas ini jaraknya sangat jauh dari kawasan Pantai Sundak dan penginapan tersayang. Bahkan harus keluar dari salah satu kawasan retribusi jajaran Pantai Indrayaanti – BKK. Sudah terbayangkan berapa kilometre jarak yang harus ditempuh? Kalau belum silahkan buka Map online.

 

Menilik Wisata 2in1 Pantai Jogan

Setelah melewati retribusi kawasan Pantai Jogan – Pantai Siung, saya melewati sejumlah pintu masuk menuju kawasan Pantai Timang. Temasuk sejumlah area meeting point Jeeep Tours untuk menjelajahi pantai tersebut. Tapi, jauh meninggalkan area Jeep Tours Pantai Timang, barulah saya menemukan petunjuk arah  menuju ke Pantai Jogan.

 

Jujur saja, jalanan awalnya sih sangat amat mulus, tapi justru mendekati area parkir jalanannya berubah menjadi jalan setapak berbatu ‘ganas’. Jalanan setapak yang berujung dekat dengan bibir pantai.

 

Berbeda dengan pantai lainnya yang sudah saya kunjungi, begitu memasuki kawasan Pantai Jogan ini saya langsung merasa tak biasa. Suasananya sangat teduh dan sejuk, tidak ada terik matahari yang menyengat untuk berjemur para bule, dan tidak ada pula hamparan pasir putih nan menyilaukan mata. Sejauh mata memandang, hanya terhampar pepohonan rindang dengan gubung di tebing pantai. Sesekali terdengar deburan ombak yang masih lumayan besar.

Apa saya juga main ke air terjun Pantai Jogan? Rasanya memang sudah tidak asing ya kalau berbicara tentang pantai yang satu ini pasti langsung teringat dengan air terjunnya yang ikonik. Sayangnya, datang saat musim kering itu tak seindah foto-foto HD yang berseliweran di Google. Ya, air terjun yang ada di Pantai Jogan ini saat musim kering debit airnya sangatlah kecil. Bahkan mungkin masih lebih deras air yang keluar dari shower di kamar mandi kalian.

 

Karena saya juga bukan orang yang suka bermain-main di goa. Jadi, saya lebih senang mengamati satu dua pengunjung yang kebetulan turun untuk masuk ke dalam gua di bawah air terjun Pantai Jogan. Sisanya, deburan ombak dan angina sepoi yang terkadang kencang menemani momen pertama saya berkunjung ke Pantai Jogan.

 

Main ke Pantai Nglambor Tanpa Snorkeling

pantai nglambor
view Pantai Nglambor dari parkiran

Mengejar waktu adalah kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya kali ini. Baru beberapa menit berada di Pantai Jogan, saya bergegas menuju ke Pantai Nglambor, tujuannya agar tidak telat check out.

 

Jalan menuju ke Pantai Nglambor hanya sekejap mata dari Pantai Jogan. Bahkan kata bapak yang menjaga parkir, pantai tujuan saya selanjutnya hanya berada di balik bukit Pantai Jogan. Katanya, si bapak juga dari daerah Pantai Nglambor dan menuju ke Pantai Jogan dengan berjalan melalui bukit yang tadi ditunjukkannya. Oh come on, saya nggak mungkin kan pak naik-turun bukit seperti Ninja Hatori. Uppppsss

 

Memang benar apa kata si bapak, kurang dari 5 menit saja saya sudah ada di area parkir Pantai Nglambor. Tapi masih harus melewati jalan setapak menukik untuk sampai ke bibir pantai. Oh iya, di pantai yang satu ini ada Garden Beach yang berada di pulau karang tidak jauh dari perairan Pantai Nglambor. Sayangnya, tidak gratis untuk bisa masuk ke Garden Beach tersebut. Selain Garden Beach juga ada wisata pemacu adrenalin lainnya, yakni godola.

 

Dua wahana yang tidak memikat hati saya untuk mencobanya. Satu-satunya yang membuat saya menyesal mengunjungi Pantai Nglambor di last minute adalah snorkeling.

pantai nglambor
snorkeling area Pantai Nglambor

Sebagai kawasan konservasi mangrove, pantai ini terkenal memiliki biota laut yang sangat melimpah. Jadi tidak heran banyak pengunjung yang berlomba-lomba snorkeling untuk menyaksikan sendiri keindahan alam bawah laut di Pantai Jogan. Terlebih lagi biaya yang perlu dikeluarkan juga sangat terjangkau, hanya 45 ribu rupiah untuk perlengkapan snorkeling, kamera underwater, dan guide.

 

Meskipun begitu, saya mendapat informasi penting dari bapak penjaga parkir. Di mana Pantai Nglambor rupanya termasuk pantai dengan waktu surut saat siang hari. Maka dari itu jika ingin merasakan sensasi snorkeling sangat direkomendasikan datang saat pagi hari.

 

Pantai Siung Dengan ‘Cairan Cumi’ Pinggir Jalan

pantai siung
Pantai Siung di siang hari

Tujuan terakhir dari penjelajahan menuju tiga pantai tak biasa di Gunung Kidul adalah Pantai Siung. Berbeda dengan Pantai Jogan dan Pantai Nglambor yang jaraknya berdekatan, Pantai Siung jaraknya sangat jauh dan terkesan seperti akan meninggalkan kawasan pantai selatan.

 

Kalau boleh jujur sih, kawasan Pantai Siung di kaca mata saya B aja lah ya. Pantai dengan hamparan pasir putih, ombak yang cenderung tenang, dan karang tinggi di sisi kanan-kiri. Selain itu, ini menjadi satu-satunya pantai yang menyuguhkan comberan hitam tepat saat saya baru menyeberangi area parkir menuju tepi pantai. Untung saja genangan air yang sudah serupa cairan tinta cumi-cumi itu hanya selebar lantai kamar mandi kos-kosan.

 

Saya sendiri hanya menikmati pemandangan pantai sambil mengunyah seporsi cilok pedas bumbu kacang (emang mau minta bumbu apa). Sesekali hanyut dengan riuhnya tawa anak-anak yang sedang bermain di pinggiran pantai yang dangkal. Hingga kemudian saya juga melangkah ke pinggiran pantai, berburu kerang dan mengamati biota laut yang kebetulan tersapu ombak.

pantai siung
bukit karang @ Pantai Siung

Dari tempat saya berdiri, di pinggir pantai, terlihat sejumlah manusia sedang menikmati keromantisan dari atas bukit karang. Beberapa diantaranya bahkan sambil membawa bekal makanan, yang mungkin justru dibeli dari warung di seberang jalan.

 

Meskipun tak cukup menarik, Pantai Siung justru menjadi yang terlama saya kunjungi. Sambil beristirahat sejenak sebelum kemudian kembali lagi ke penginapan, berkemas, dan melanjutkan perjalanan. Belum langsung kembali ke tanah kelahiran, karena saya masih mampir ke dua pantai special yang masuk dalam retribusi hari pertama.

  • 2
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *