Gumuk Reco Sepakung, Puas Jadi ‘Burung’ Ditemani Hamparan Sawah Hijau

Gumuk Reco Sepakung muncul sebagai salah satu nama destinasi di Kabupaten Semarang yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat, khususnya dikalangan pecinta selfie. Ya, destinasi wisata yang terletak di Dusun Kenongo, Desa Sepakung, Banyubiru ini memang terkenal dengan berbagai spot selfienya yang unik dengan latar belakang pemandangan perbukitan sekaligus hamparan sawah. Tidak heran banyak pengunjung yang rela antre demi bisa mengabadikan foto terbaiknya di setiap spot yang disediakan pihak pengelola Gumuk Reco, Cemoro Sewu, Sepakung.

 

Setelah sekian lama hanya melihat berbagai foto cantik dari Gumuk Reco di Instagram, akhirnya saya menyempatkan waktu untuk membuktikan sendiri bagaimana keseruan berada di destinasi wisata Kabupaten Semarang ini. Jadi, bagaimana pengalaman dan kesan saya setelah berhasil jalan−jalan ke Gumuk Reco? Yuk simak perjalanan singkat saya yang ada di bawah ini.

Rute Menuju Gumuk Reco, Pastikan Kendaraan Dalam Kondisi Fit!

gumuk reco

Sejujurnya, rute menuju ke destinasi wisata di Desa Sepakung ini cukup mudah diakses. Karena saya melakukan perjalana dari arah Ungaran/Kota Semarang, maka saya harus mengambil jalur menuju ke Bawen, kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Ambarawa. Demi memudahkan perjalanan, saya mengambil jalur menuju ke Banyubiru lewat Jalan Lingkar Ambarawa.

Kalau kamu belum pernah ke Banyubiru, setelah memasuki jalan lingkar, lurus saja terus. Setelah sampai di lampu merah (perempatan), silahkan belok kiri menuju ke Bukit Cinta Rawa Pening. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan map yang ada di bawah ini:

Oke, perjalanan menuju ke Gumuk Reco ini memang harus melewati Bukit Cinta Rawa Pening jika diakses dari Kota Semarang, Ungaran, Bawen, atau Ambarawa. Setelah melewati Raw Pening, lurus terus sampai menemukan petunjuk arah menuju ke Gumuk Reco (petunjuk berupa MMT). Namun, ada pilihan lain, yakni jalan yang berada tepat di seberang Pasar Legi.

Bisa dibilang jalan menuju ke Gumuk Reco ini sangat beragam, mulai dari jalan aspal mulus sampai jalan aspal rusak. Selain itu, rute yang harus dilalui juga cukup memacu adrenalin karena beberapa kali harus melewati tanjakan super tinggi. Maka dari itu, pastikan kendaraan yang kamu bawa fit dan sanggup untuk menaiki jalanan khas wilayah pegunungan.

Karena di sepanjang jalan terdapat petunjuk arah yang sangat jelas, jadi kamu hanya cukup mengikuti petunjuk yang ada untuk sampai ke Gumuk Reco. Hal ini juga menjadi salah satu yang saya sukai, petunjuk arah yang jelas meminimalisir kemungkinan salah jalan dan kehabisan waktu di tengah jalan. Haha

Cuaca Cerah, Jembatan Kepompong – Sarang Burung Gumuk Reco Cemoro Sewu Sudah Menanti

gumuk reco

Perjalanan panjang akhirnya berlabuh di sebuah lahan bernama tempat parkir. Dari tempat parkir saya cukup berjalan kurang dari 5 menit untuk sampai di loket tiket masuk. Saya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 5.000/orang (tiket masuk) dan Rp 2.000 (parkir kendaraan roda 2).

Hanya beberapa langkah dari loket tiket masuk, berdiri sebuah pintu masuk yang sangat unik bernama “Gerbang Gimbal”. Dari gerbang gimbal ini jalanan yang harus dilalui berupa jalan setapak super mulus. Terlihat jelas pemandangan deretan pohon cemara dan spot yang digunakan untuk flying fox.

Di lokasi utama Gumuk Reco saya bisa melihat sendir berbagai pilihan spot selfie dengan latar belakang perbukitan dan hamparan sawah hijau. Beberapa spot tersebut yaitu:

 1.       Ayunan Langit

gumuk reco

Bisa dibilang spot yang satu ini ikon dari Gumuk Reco. Bagaimana tidak, setiap pengunjung bisa puas berfoto saat bermain ayunan di tebing dengan pemandangan alam sekitar. Di tebing? Kalau jatuh bagaimana? Tenang saja, sudah dilengkapi dengan perlengkapan pengaman kok, seperti diantaranya sabuk yang harus dipakai selama berada di ayunan langit ini.

Tapi untuk bisa naik ayunan langit ini kamu harus menemui pengelola yang berjaga di lokasi dan membayar biaya sebesar Rp 10.000/orang.

  2.       Jembatan Kepompong

gumuk reco

Selain ayunan langit, ada juga jembatan panjang yang membentang di atas tebing yang dijuluki Jembatan Kepompong. Sama seperti Ayunan Langit, untuk berfoto di jembatan kepompong ini harus diawasi oleh pengelola dan mengenakan perlengkapan keamanan. Pemandangan dari jembatan ini juga tidak kalah menarik lho dibandingkan dengan pemandangan yang bisa didapatkan dari Ayunan Langit.

Eits, satu lagi, biaya sebesar Rp 10.000/orang juga harus kembali dikeluarkan untuk bisa menikmati spot Jembatan Kepompong.

3.       Flying Fox

gumuk reco

Gumuk Reco ini juga sudah dilengkapi dengan wahana flying fox.  Sayangnya saya tidak ingat berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menjajal wahana ini. Nah, untuk jalurnya sendiri start di lokasi yang sama dengan Jembatan Kepompong, kemudian finish di dekat pintu masuk/ Gerbang Gimbal. Serunya lagi, flying fox disini melewati pohon−pohon cemara yang tinggi menjulang. Jadi, hati−hati waspada kakimu menabrak batang pohon cemara ya kalau terlalu banyak tingkah. Hihihi

 4.       Lingkaran Langit

gumuk reco

Berfoto santai di lingkaran yang dibuat dari rotan dengan latar belakang pemandangan juga menjadi pilihan saya saat berada di Gumuk Reco Sepakung. Berbeda dengan Ayunan Langit atau Jembatan Kepompong, untuk bisa puas berfoto disini saya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan apapun. GRATIS!

5.       Sarang Burung

gumuk reco

Bukan Cuma Lingkaran Langit saja yang gratis, foto spot andalan di Gumuk Reco selain Ayunan Langit yaitu Sarang Burung juga GRATIS. Tapi mohon hati−hati ya, jangan sampai terlalu girang kamu malah terjatuh dari sarang. Hehe

Seru nggak berada di Sarang Burung? Yang jelas pemandangannya nggak kalah luar biasa dibandingkan spot yang lainnya. Apalagi Sarang Burung ini dekat dengan lokasi Panjat Tebing, jadi background−nya juga bisa double, pemandangan bukit dan sawah sekaligus spot tebing yang digunakan untuk Panjat Tebing.

6.       Panjat Tebing

gumuk reco

Ingin memacu adrenalin? Silahkan coba saja untuk memanjat tebing tinggi ini. Tapi jangan lupa untuk menyampaikan keinginanmu ke pengelola ya. Jadi, pihak pengelola juga bisa melakukan pengawasan sekaligus memberkan perlengkapan keamanan yang dibutuhkan.

 

Nah, selain dari spot−spot di atas, saya juga melihat ada dua spot foto lainnya yang berada di sekitar Ayunan Langit. Sayangnya, saat itu spot foto yang ada sedang dipadati pengunjung sehingga saya mengurungkan niat untuk menikmati keindahan sekitar dari atas ketinggian dua spot tersebut.

Lelah dan Lapar, Mari Makan Lalu Pulang

gumuk reco

Seru berfoto di berbagai spot, lapar mulai melanda. Saya memutuskan untuk duduk di tempat duduk unik yang ada di bawah beberapa pohon cemara. Kemudian, pindah ke gazebo supaya lebih nyaman. Karena saya membawa camilan dan minuman sendiri, saya bisa langsung mengisi perut. Tapi, kalau kamu lupa membawa bekal camilan, ada beberapa warung yang siap mengobati laparmu, tidak jauh dari lokasi parkir.

Berada dalam lingkungan Desa Wisata Sepakung, saya bisa mampir ke Air Terjun Goa Asmara yang berlokasi tidak jauh dari Gumuk Reco.

2 thoughts on “Gumuk Reco Sepakung, Puas Jadi ‘Burung’ Ditemani Hamparan Sawah Hijau

  1. INFO menarik buat para master SEO …

    Anda seorang master SEO ? atau yang sedang belajar SEO dan ingin

    menjajal kemampuan SEO anda ? Telah di adakan kontes SEO ituCasino

    dengan Total Hadiah 30 Juta Rupiah.

    Keyword Kontes SEO ituCasino :
    ituCasino Agen Bola Sbobet Piala Dunia 2018 Live Casino Online

    Pendaftaran dimulai pada Tanggal 20 Februari 2018
    Pendaftaran berakhir pada Tanggal 20 Mei 2018
    Pemenang akan diumumkan pada Tanggal 5 Juni 2018
    Hadian akan dibagikan pada 6 Juni 2018

    Mengenai Syarat Dan Ketentuan Kontes Bisa Kunjungi Link Berikut :

    //sbo338a.net/kontesseo/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *