Grojogan Klenting Kuning, Air Terjun Mungil nan Menggoda Mata

Tinggal di wilayah Kabupaten Semarang yang notabene berada tidak jauh dari Gunung Ungaran rasanya membuat saya tidak bisa berhenti berdecak kagum mensyukuri keindahan yang diberikan oleh Tuhan melalui alam. Bagaimana tidak, sejauh mata memandang selalu saja ada pemandangan hijau yang luar biasa menawan. Termasuk sebagian besar panorama Kabupaten Semarang yang menggoda mata adalah air terjun/curug.

Mulai dari Curug 7 Bidadari yang sudah sangat populer, Curug Benowo & Curug Lawe yang juga telah dikenal luas oleh para pelancong hingga Curug Panglebur Gongso nan sunyi dan tenang terselip nama Grojogan Klenting Kuning sebagai air terjun mungil dengan pesonanya yang sangat unik.

Curug/ Grojogan Klenting Kuning, The Hidden Paradise of Kemawi

Memiliki tinggi 8 meter, pesona lain Kabupaten Semarang ini terletak sedikit tersembunyi dari keramaian. Ya! Grojogan Klenting Kuning terletak di Desa Kemawi yang tepat berada di lereng Gunung Ungaran.

Curug Klenting Kuning
Namanya sendiri sudah bukan hal yang asing lagi bagi pelancong lokal (Jawa Tengah dan sekitarnya), dimana Klenting Kuning merupakan sesosok gadis cantik bernama Dewi Sekartaji yang dipilih oleh Pangeran Tampan Andhe-Andhe Lumut dalam legenda Jawa. Konon air terjun ini digunakan sebagai tempat bertapa sang (Dewi Sekartaji/ Galuh Condro kirono) sebelum bertemu dengan cinta sejatinya yaitu Andhe-Andhe Lumut. Mungkin ini pulalah yang menggambarkan suasana Curug Klenting Kuning dengan kecantikan dan keanggunan bak seorang dewi dari legenda.
Curug Klenting Kuning
Meskipun letaknya tersembunyi, curug mungil ini termasuk memiliki fasilitas yang cukup memadai. Sekalipun fasilitas yang ada memang sederhana. Beberapa diantaranya seperti kamar ganti, toilet, pendopo terbuka, warung kecil hingga gubug yang bisa digunakan menikmati pemandangan yang ada di Grojogan Klenting Kuning.
Curug Klenting Kuning
Bagi Anda yang hobi bermain air selama berada di air terjun, ada air mancur buatan di tepi kolam Curug Klenting Kuning. Saya sendiri lebih memilih duduk manis di tepi kolam ya daripada basah-basahan, apalagi kondisi kolam saat saya berkunjung sedang kotor. Baik itu karena sampah maupun beberapa lumut yang terbawa aliran air.
 

Bukan Hanya Bermain Air, Tapi Bunga yang Warna-warni Menggoda Untuk Difoto

 
Curug Klenting Kuning
 
Untuk menikmati keindahan Grojogan Klenting Kuning memang tidak cukup kalau Anda hanya ingin bermain air yang tertampung di kolam kecil aor terjun. Karena bunga-bunga yang indah dan warna-warni di sekitar air terjun akan membuat Anda yang hobi selfie atau sekadar memotret menggunakan smartphone maupun DSLR tergoda untuk mengabadikannya dalam bidikan kamera.
Curug Klenting Kuning

Berpose cantik di dekat bunga-bunga yang sedang mekar maupun sekadar memotret beberapa bunga penuh warna akan menjadi momen yang sangat istimewa selama berada di Curug Klenting Kuning. Ketika berkunjung bersama pasangan, menikmati manis dan romantisnya suasana sekitar air terjun sepanjang hari merupakan satu pilihan tepat.

Tebing Kuning Menawan Dengan Kandungan Belerang Tinggi

Tebing bebatuan yang ada di Grojogan Klenting Kuning berwarna kekuningan, sama halnya seperti sumber air yang mengalir di sekitar air terjun. Hayo, apa Anda tahu apa penyebab warna kuning di tebing dan air di Curug Klenting Kuning?

Curug Klenting Kuning

Warna kuning yang ada disebabkan karena air yang mengalir memiliki kandungan belerang cukup tinggi. Meskipun memang dari baunya sendiri tidak begitu tercium adanya belerang, namun ketika menempel di tubuh akan sedikit tercium bahwa air tersebut mengandung belerang.

Selain dari curug utama yaitu Grojogan Klenting Kuning, di area wisata ini juga ada 3 curug kecil lainnya lho yang bisa Anda abadikan dalam instragram. Curug Klenting Biru merupakan yang paling dekat dengan Curug Klenting Kuning. Ketinggian dari Curug Klenting Biru ini memiliki ketinggian 4 meter.

Curug Klenting Kuning
Tidak terlalu jauh dari tangga di pintu masuk air terjun Anda juga bisa melihat adanya Curug Klenting Hijau yang sekitarnya masih tertutupi oleh semak belukar.
Curug Klenting Kuning
Kali ini saya sendiri tidak turun mendekati Curug Klenting Hijau karena jalanan tanah yang kering dan menanjak menuju curug rasanya sudah membuat nyali saya menciut. Hanya waspada saja jika tiba-tiba terpelesat dan jatuh dari ketinggian.

Akses yang cukup mudah dengan berbagai metode transportasi

Nah, untuk bisa sampai ke Grojogan Klenting Kuning bagi Anda yang menempuh perjalanan dari Semarang maupun Salatiga bisa mengambil arah ke Bandungan. Sampai di jalan masuk menuju ke Candi Gedong Songo Anda masih harus tetap lurus sejauh beberapa kilometer menuju arah Temanggung.

Sekitar 10 menit Anda akan sampai di terminal Sumowono, tapi Anda masih harus mengikuti jalan lurus menuju Limbangan/Boja. Desa Kemawi tidak jauh dari Barak Tentara Desa Bantir (lurus sekitar 5 menit), tidak perlu takut tersesat setelah Anda sampai di Desa Bantir. Karena sekitar beberapa meter ada papan nama besar bertuliskan Grojogan Klenting Kuning di kanan jalan. Selama Anda tetap mengambil jalan lurus dan tidak masuk ke petunjuk arah menuju Curug 7 Bidadari.

Curug Klenting Kuning

 

Mengingat di musim kemarau seperti ini debit air di Curug Klenting Kuning sangat sedikit, akan lebih baik jika Anda berkunjung setelah ada siraman hujan di Kabupaten Semarang tercinta ini. Ya! Setidaknya tidak ada yang salah untuk berharap hujan segera turun agar pesona wisata curug yang ada di Kabupaten Semarang kembali memiliki keindahan yang maksimal bukan?
Selamat berlibur!
Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan.

5 total views, 1 views today

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *