First Payment: Sekelumit Pengalaman Kontributor Lepas TravelingYuk.com

First Payment: Sekelumit Pengalaman Kontributor Lepas TravelingYuk.com

Halo temans, apa kabar? Ada yang sedang menyiapkan rencana liburan akhir tahun? Iya deh tahu kalau dua bulan lagi sudah waktunya menyambut tahun baru. Tapi tunggu dulu, menyiapkan rencana memangnya sudah punya uang saku untuk traveling akhir tahun ini?

Tenang saya nggak nyinyir atau julid kok. Kali ini saya cuma ingin membuat blog post tentang sekelumit pengalaman first payment saya sejak bergabung sebagai kontributor TravelingYuk.com. Nah, ini salah satu situs web traveling yang pernah saya bahas dalam blog post “Mengumpulkan Modal Traveling: Jual Tulisan Perjalanan” beberapa waktu yang lalu.

 

Rasanya Tulisan Pertama di Approve Tim Redaksi TravelingYuk

Saat blog post mengenai menjual tulisan untuk modal traveling saya publish di blog ini, sejujurnya saya baru akan memulai jalan baru saya sebagai kontributor lepas di TravelingYuk. Sejujurnya sih saya sendiri kurang PeDe untuk mengirimkan tulisan, ya seperti yang kalian tahu kalau tulisan yang dibuat di blog ini pun konsepnya “curhatan”. Tapi bukankah kita tidak akan tahu hasilnya kalau kita sendiri tidak mencobanya?

Berbekal kemampuan menulis artikel traveling yang sangat standar itu pula saya mengirimkan artikel pertama dari pengalaman jalan-jalan saya ke Dieng. Sangat bersyukur karena Allah mengizinkan Tim Redaksi untuk meng-approve artikel yang saya ajukan tersebut. Dari sanalah saya belajar bagaimana sistem penerimaan artikel dan waktu publish yang digunakan oleh TravelingYuk. Ya, karena meskipun sudah di approve, tulisan saya tidak lantas langsung di publish saat itu juga. Ada penjadwalan sesuai dengan kebutuhan redaksi. Meskipun begitu, tulisan saya diterima pun sudah sangat senang, bukan?

Kalau tidak salah artikel saya tersebut akhirnya publish pada bulan Mei 2018. Untuk tanggalnya saya sendiri kurang tahu, karena saya sendiri tidak rajin memeriksa status tulisan yang sudah saya ajukan (khususnya setelah di approve).

 

Penawaran Harga Tinggi Bukanlah Prioritas

Kalian tahu? Artikel pertama berjudul Deretan Destinasi Wisata Dieng, Pas Banget Buat Weekend Getaway, yang saya sebutkan di atas, bisa lolos dengan penawaran harga 25 ribu rupiah. Kenapa saya bersedia menerima tawaran harga dari tim redaksi? Karena saya sadar ada banyak kelemahan dari artikel saya tersebut. Misalnya, foto yang saya gunakan kualitasnya sangat standar hingga perlu diganti alternatif foto lain. Selain itu, penyampaian di dalam artikelnya juga kurang kuat. Banyak informasi yang tidak spesifik.

Tapi tulisan pertama saya yang diterima tersebut juga menjadi salah satu pembelajaran untuk terus memperbaiki kualitas tulisan saya. Meskipun sampai saat ini pun saya masih terus belajar. Bahkan masih tetap ada tulisan yang saya sendiri agak kurang sreg karena kualitasnya.

Contohnya seperti artikel Pantai Ngandong, Pesona Rahasia di Pesisir Gunung Kidul Jogja. Setelah membacanya kalian tentu sadar kalau informasi di dalamnya terasa ‘lemah’, bukan? Foto yang saya gunakan juga kurang menggugah, meskipun sebenarnya diambil menggunakan kamera pocket. Tidak heran bagi saya saat mendapati tim redaksi memberikan tawaran harga 20 ribu saja untuk artikel tersebut. Tetapi saya terima, karena tujuan utama saya adalah agar informasi yang ada di dalam tulisan saya tersampaikan ke khalayak yang menjadi pembaca setia TravelingYuk. Itu saja.

Jadi, bagi kalian yang sudah mencoba mengajukan tulisan ke TravelingYuk tapi menolak tawaran tim redaksi karena menurut kalian terlalu receh. Cobalah untuk menerimanya dan menganalisa kembali tulisan yang kalian ajukan. Pasti kalian akan bisa menemukan sisi mana saja dari tulisan kalian yang perlu mendapatkan perbaikan. Belajarlah dari kekurangan itu dan buatlah tulisan yang lebih baik. Kalau tulisan kalian bernilai lebih, tim redaksi juga tentunya akan  mempertimbangkan untuk menawarkan harga yang lebih tinggi. Betul? Anggap saja sembari belajar, berbagi informasi, dan bonusnya dapat uang tambahan. Se-simple itu!

 

First Payment dan Proses Penantiannya

Singkat curhatan, setelah mengirimkan tulisan pertama sekitar 4 bulan yang lalu saya terus mengirimkan beberapa tulisan lainnya. Saya bersyukur dari tulisan-tulisan tersebut saya berhasil mengumpulkan sejumlah 395 ribu rupiah. Jumlah yang mungkin tidak banyak menurut kalian. Tetapi bagi saya, dengan uang tersebut sudah bisa booking hotel 2-3 malam, beli tiket kereta PP untuk 1 tujuan, dapat tiket pesawat sekali jalan, atau memenuhi kebutuhan traveling lainnya.

First payment saya lakukan pada 14 September 2018, saat itu statusnya langsung berubah menjadi “diproses”. Berapa waktu yang dibutuhkan sampai payment masuk ke rekening saya? Kurang lebih selama 14 hari. Menurut TravelingYuk sendiri prosesnya memang memakan waktu maksimal 14 hari. Tetapi, sebelum ditransfer, pihak finance TravelingYuk terlebih dahulu menghubungi saya untuk meminta scan dokumen NPWP. Ya, mereka membutuhkan NPWP tersebut untuk keperluan pemotongan pajak pembayaran kontributor lepas (atas payment yang ditarik). Jumlah uang yang saya terima setelah dipotong pajak bisa kalian lihat dalam foto di atas.

 

Nah, sampai disini dulu ya temans cerita tentang pengalaman saya menjadi kontributor lepas TravelingYuk. Lain kali saya sambung lagi kalau ada informasi terbaru. Jika dari kalian ada yang ingin bertanya terkait pengalaman saya ini, silahkan tanyakan melalui kolom komentar yang ada di bawah blog post ini. Saya akan usahakan untuk menjawab pertanyaan kalian sesuai dengan apa yang saya ketahui.

See you di blog post saya selanjutnya ^^

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

error: Content is protected !!