Chocolate “Classic” Kopi Benteng

Hot chocolate atau coklat panas adalah sejenis minuman panas yang diracik dari cokelat (kakao) bubuk dan ditambah dengan gula, susu atau air hangat. Hot chocolate juga terbukti menyehatkan sebab memiliki kandungan antioksidan yang berasal dari kakao. Bahkan hingga tahun 1800-an, cokelat panas digunakan sebagai obat sejumlah penyakit oleh dokter di berbagai penjuru dunia. (Wikipedia)

Nah, itu tadi sekelumit pengenalan tentang hot chocolate yang disampaikan Wikipedia. Apa kalian salah satu penggemar berat hot chocolate? Oke, tosh.. Karena saya juga sangat mengidolakan minuman panas dari kakao ini.

Berbicara tentang cokelat panas, kali ini saya akan membawa kalian untuk berkunjung ke salah satu kedai atau lebih tepatnya tongkrongan “pinggir jalan” di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Namanya “Kopi Benteng”. Loh, kok kopi? Eitttsss… sabar dulu. Meskipun namanya lebih tepat disebut sebagai coffee shop, tapi di sini kalian bisa mencicipi aneka ragam minuman. Tentu saja beberapa diantaranya  cokelat panas dan kopi.

Tempat menarik untuk menikmati malam di Ungaran

Berlokasi tepat di samping Benteng Willem, Jl. Diponegoro Ungaran menjadikan tempat tongkrongan anak muda yang satu ini terasa berbeda dan pastinya lebih berkesan. Duduk lesehan di area outdoor berteman lampu malam kota Ungaran yang ciamik, iringan musik dari penyanyi lokal hingga manca negara, pohon besar yang konon penuh misteri di sisi bagian depan hingga deretan taksi yang tengah berjajar rapi untuk menunggu penumpang menjadi pemandangan yang membuat malam harimu di Kopi Benteng terasa lebih asyik dari sekedar mengurung diri di rumah berteman remote televisi.

Kopi Benteng ini sendiri konon sudah ada sejak tahun 2010 silam dan sekarang ini cabangnya bisa kalian temukan di Banyumanik, Semarang dengan konsep kedai.

Cokelat panas classic atau kopi, seleramu siap diadu

Datang sebagai pengunjung pertama karena Ungaran juga baru menjelang malam membuat saya leluasa memilih tempat duduk yang tersedia. Hanya ada sekitar 8 meja berukuran kecil di atas karpet merah tipis yang dibentangkan di depan ruko. Dua pegawai berdiri di belakang sebuah meja besar dengan logo “Kopi Benteng” yang kemudian dengan ramah menawarkan selembar menu.

Chocolate Classic Benteng” satu menu yang saat itu langsung menggoda saya untuk menikmatinya langsung menjadi pilihan pertama. Partner kulineran malam saya bahkan tidak kalah tertantang dengan memesan “Chocolate Special”. Sayangnya untuk menu cokelat sendiri adalah “hot”. Sangat cocok untuk menghangatkan badan dari udara malam Ungaran yang kebetulan sedang dingin menggoda.

Bukan hanya chocolate classic yang menjadi andalan Kopi Benteng saja yang bisa kalian pesan. Karena selain chocolate classic Benteng dan chocolate special juga bisa mencicipi kopi (ya jelas lah). Di sini kalian bisa memesan Kopi Aceh Gayo, Kopi Lampung Arabica atau Kopi Benteng Classic. Sedangkan yang sedang tidak ingin ngopi, susu (hot) atau aneka olahan teh juga menggoda untuk segera di pesan.

Untuk menemani satu cangkir hot chocolate classic akhirnya saya juga memesan satu porsi french fries alias kentang goreng rasa balado. Pesanan siap, diterima pegawai Kopi Benteng dan saatnya menunggu pesanan.

“Cokelatnya…. melting di mulut”

Menjadi pengunjung pertama memang sangat menguntungkan. Hanya berselang beberapa menit saja pesanan saya sudah di antar ke meja. Dua cangkir hot chocolate di susul dengan satu piring berukuran sedang french fries rasa balado. Bagaimana rasanya? 

Berhubung hot chocolate yang ada di hadapan saya masih terlalu panas untuk di seruput si lidah. Maka saya memutuskan untuk terlebih dahulu mencicipi french fries Rp 9.000,- dengan warna orange kemerahan yang sangat menggoda. Meskipun judulnya adalah “balado” ternyata tidak ada sensasi pedas sama sekali. Rasa yang lebih menonjol hanya sedikit manis dan gurih. Sangat cocok jadi camilan malam berteman cokelat panas.

Hampir setengah porsi menghabiskan french fries, saatnya “melumat” habis hot chocolate yang sudah sejak tadi menggoda mata. Satu sendokan pertama yang masuk ke mulut, rasanya benar-benar melting di mulut. Chocolate Classic Benteng pesanan saya warnanya benar-benar pekat, kental dan rasanya tidak didominasi dengan pahit, cenderung sedikit manis. Meskipun hanya satu sendok, cokelat seharga Rp 9.000,- yang masuk dalam mulut langsung menuju kerongkongan dan membuat sesuatu seakan naik ke otak saya. Fresh!!!!

Berbeda dengan cokelat classic dengan kekentalan ekstra. Chocolate spesial pesanan partner saya lebih manis. Warnanya tidak terlalu pekat dan juga tidak begitu kental. Sepertinya menu cokelat spesial sudah dicampur dengan susu dalam porsi yang seimbang. Jadi terkesan sedikit mirip dengan susu cokelat super kental. Dibandingkan dengan harganya yang Rp 1.000,- lebih mahal dari Chocolate Classic saya lebih bisa menikmati sensasi “melting” dari si Classic Benteng.

Ternyata kelezatan cokelat panas khas Benteng yang saya seruput ini di racik sendiri menggunakan resep Kopi Benteng yang menggoda pengunjung jatuh cinta dan ingin menikmatinya lagi dan lagi.

Cokelat Classic Benteng nampaknya membuat saya tidak sadar kalau semua meja yang tersedia yang satu jam lalu masih kosong sekarang ini sudah dipenuhi dengan 1 gerombol muda-mudi (sepertinya reuni).

Sayangnya ¼ chocolate yang tertinggal di cangkir memang harus saya relakan untuk dituang ke tempat pembuangan oleh pelayan karena perut sudah terasa penuh. Cukup rasanya hanya merelakan Rp 28.000,- untuk menghilangkan penat selama 1 minggu ini di Kopi Benteng.

Bagi kalian yang kebetulan sedang berkunjung ke Ungaran. Tidak ada salahnya mampir sejenak ke Kopi Benteng untuk menikmati 1 cangkir cokelat panas atau kopi classic khas Kopi Benteng.

“ Chocolate Classic Benteng itu…. Melting di mulut, Penuh di perut. ”

 

6 total views, 3 views today

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *